"Saya tidak pernah telepon apalagi minta berita jangan dimuat," ujar JK dalam acara dialog dengan media yang diselenggarakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Jakarta Media Center, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2009).
Menurut JK, pers bebas untuk memberitakan apapun namun diharapkan tidak memberikan dampak negatif bagi masyarakat. Misalnya memberitakan hal-hal negatif secara membabibuta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan kbebasan pers harus dihormati siapapun karena itu adalah hak bagi insan pers. JK juga meminta agar pers tidak alergi terhadap kritik.
"Tapi jangan alergi. Pers harus bertanggung jawab. Misalkan membuat tulisan yang mencederai orang, orang punya hak untuk mensomasinya," tuturnya.
Saat ditanya tentang sikap JK yang cenderung tidak reaktif dengan pemeritaan miring tentang dirinya JK menjawab karena selama ini dia menghormati tugas media.
"Ya kita jalankan tugas kita masing-masing. Inilah kehidupan," jawabnya.
Ketika ditanya adanya RUU Rahasia Negara yang sebentar lagi akan disahkan dan mengancam kebebasan pers, JK mengatakan negara memang tidak boleh terbuka sepenuhnya.
"Negara kan tidak boleh telanjang dalam hal apapun termasuk UU. Kalau tidak ada rahasia kita mudah dimasuki oleh pihak asing," jelas JK.
(nwk/iy)
