Kudrat, petani asal Ciamis, mengatakan sebaiknya dana bantuan kompensasi BBM tidak diberikan dalam bentuk BLT. Lebih baik pemerintah memberikannya lewat program padat karya yang disalurkan lewat kepala desa.
"Lebih baik digunakan untuk padat karya membangun jalan, jembatan atau irigasi. Kalau jadi perkara seperti sekarang ini, kasihan kepala desanya," ungkap Kudrat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fuad, nelayan setempat juga mengeluhkan hal yang sama. Ia bahkan mengaku tidak menerima BLT seperti tetangganya yang lain.
"Kompensasi tidak menyentuh kami sama sekali," cetusnya.
Fuad pun menitipkan satu pesan penting kepada Mega, yakni jika terpilih jadi presiden berikutnya, jangan pernah untuk menaikkan harga BBM. BBM, katanya, adalah modal pokok para nelayan untuk melaut.
"Setiap habis melaut, (hasilnya) kami hanya bisa membayar BBMnya saja," keluahnya.
(lrn/irw)











































