Mega Sebut Intelijen 'Nakal' Sebagai Penjajah

Mega Sebut Intelijen 'Nakal' Sebagai Penjajah

- detikNews
Minggu, 21 Jun 2009 21:24 WIB
Mega Sebut Intelijen Nakal Sebagai Penjajah
Garut - Intelijen adalah bagian negara yang seharusnya berbuat untuk kepentingan negara, bukan oknum tertentu. Jika terjadi demikian, apalagi dalam kontestasi Pilpres yang memanas saat ini, intelijen tak ubahnya seperti penjajah.

"Kalau intel itu memata-matai, bahwa yang ini pro A dan ini pro B, itu sama saja penjajah. Penjajah bagi warganya sendiri," kata capres Megawati Soekarnoputri dalam kampanyenya di GOR Pararea, Garut, Jawa Barat, Minggu (21/6/2009) siang.

Mega pun mengakui adanya indikasi ketidakindependen intelijen negara dalam pemilu legislatif lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Babinsa, Koramil dan intel berbaik hatilah kepada masyarakat. Suatu saat pensiun, masyarakat mencatat dalam hatinya apa yang telah kalian perbuat," kata Mega yang yakin dalam acara yang dihadirinya itu ada intel-intel tertentu yang coba mengawasi.

Menurut Mega, masyarakat kita berhak akan adanya jaminan rasa aman dan lepas dari rasa takut saat menggunakan hak pilihnya. Ia pun mengajak pendukungnya agar tidak gentar untuk mengungkap suatu kebenaran jika terjadi kecurangan berupa intimidasi dari oknum tertentu.

"Kalau benar, jangan takut," tandasnya. (lrn/irw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads