"Kalau intel itu memata-matai, bahwa yang ini pro A dan ini pro B, itu sama saja penjajah. Penjajah bagi warganya sendiri," kata capres Megawati Soekarnoputri dalam kampanyenya di GOR Pararea, Garut, Jawa Barat, Minggu (21/6/2009) siang.
Mega pun mengakui adanya indikasi ketidakindependen intelijen negara dalam pemilu legislatif lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mega, masyarakat kita berhak akan adanya jaminan rasa aman dan lepas dari rasa takut saat menggunakan hak pilihnya. Ia pun mengajak pendukungnya agar tidak gentar untuk mengungkap suatu kebenaran jika terjadi kecurangan berupa intimidasi dari oknum tertentu.
"Kalau benar, jangan takut," tandasnya. (lrn/irw)











































