Pilpres Dua Putaran, JK Sangat Mungkin Ungguli Mega

Survei Puskaptis

Pilpres Dua Putaran, JK Sangat Mungkin Ungguli Mega

- detikNews
Minggu, 21 Jun 2009 17:37 WIB
Pilpres Dua Putaran, JK Sangat Mungkin Ungguli Mega
Jakarta - Peluang pilpres dua putaran semakin besar karena elektabilitas SBY-Boediono semakin menurun. Sementara itu elektabilitas JK-Wiranto justru semakin meningkat. Sangat mungkin JK-Wiranto mengungguli Mega-Prabowo.

"Kemungkinan JK menduduki posisi kedua sangat mungkin, karena selisih di antara keduanya semakin sedikit," terang pengamat politik, Muhlizar, yang juga mantan anggota KPU DKI Jakarta tahun 2004 lalu, kepada wartawan di Restoran Bengawan Solo, Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (21/6/2009) usai pemaparan hasil survei Puskaptis.

Dalam survei Puskaptis kedua yang dilakukan tanggal 4-11 Juni 2009, disebutkan bahwa elektabilitas pasangan SBY-Boediono menurun 5 persen, dari 57,39 persen menjadi 52,15 persen. Pasangan Mega-Prabowo menurun 2 persen, dari 24,26 persen menjadi 22,17 persen. Sedangkan pasangan JK-Wiranto meningkat 5 persen, dari 12,37 persen menjadi 17,20 persen. Semua itu terjadi hanya dalam waktu 1 bulan, karena survei pertama Puskaptis dilakukan tanggal 11-17 Mei 2009 lalu.

"Naiknya elektabilitas JK, jika dilihat dari selisihnya dengan pasangan Mega-Prabowo yang semakin kecil, yaitu hanya 5 persen, juga bukannya tidak mungkin dalam waktu yang tinggal 2 minggu ini pasangan JK-Wiranto akan dapat mengungguli pasangan Mega-Prabowo," jelasnya.

Muhlizar mengatakan JK memiliki tampilan yang santai dan lebih mengena kepada rakyat. Isu-isu yang JK lemparkan lebih banyak mengenai isu kerakyatan dan pada saat bersamaan JK mampu mengklaim beberapa keberhasilannya. "Naiknya elektabilitas JK dikarenakan dia bisa memanfaatkan posisinya sebagai wapres," kata Muhlizar.

Muhlizar juga menyatakan, pergerakan dua pasangan calon yang lain akhir-akhir ini yang cukup besar juga turut berpengaruh pada menurunnya elektabilitas SBY. Terlebih JK sangat mampu memaksimalkan performansnya, ditambah dengan partai politiknya yang lebih solid daripada partai politik SBY.

"Meskipun SBY didukung oleh koalisi yang besar, tetapi selama ini dalam berkampanye SBY hanya didukung oleh timnya sendiri, parpol koalisi sangat minim dan tidak begitu kelihatan dukungannya. Sedangkan partai koalisi JK walaupun lebih sedikit tetapi mereka lebih solid," ujarnya.

Sementara Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid, mengatakan ada kemungkinan bagi JK untuk mengungguli elektabilitas Mega.

"Ada kemungkinan JK mengejar Mega, info dari lapangan menyebutkan bahwa JK makin naik. Tergantung bagaimana mereka mengutarakan visi dan misinya supaya rakyat bisa lebih memahami. Dan saat ini penyampaian visi dan misi JK dirasa lebih merakyat, mesin politiknya (tim sukses) yang menjadi ujung tombak," ujar Husin.

(nvc/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads