"Diketemukan spanduk gelap di Jakarta yang mendiskreditkan SBY-Boediono, mengapa tidak ksatria, " keluh SBY saat berkampanye di Pardede Hall, Medan, Sumut, Minggu (21/6/2009).
Tidak jelas spanduk mana yang dia maksud. Namun beberapa waktu silam, ditemukan sejumlah spanduk yang menuduhnya neolib, presiden mie instan dan lain sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini lagi yang paling kebangetan, SBY dibilang tidak akan ke provinsi ini itu, padahal tidak mungkin, kalau saya tiap hari ke daerah pekerjaan sebagai presiden terbengkalai," ujar SBY.
SBY berharap jajaran tim suksesnya dapat menjelaskan duduk persoalan dengan hati-hati kepada masyarakat, supaya masyarakat tidak mudah percaya dengan isu tidak jelas.
"Saya harap tim sukses segera menyampaikan dan mengklarifikasi hingga tingkat daerah," harap SBY.
SBY kemudian mengajukan pertanyaan untuk memastikan dukungan ribuan pndukung yang hadir.
"Apakah sudah mantap memilih SBY-Boediono? Tidak ragu-ragu lagi mencontreng nomor 2?" tanya SBY.
"Sudah...mantap...lanjutkan!" teriak ribuan pendukungnya sembari bertepuk tangan, memukul balon, dan melambaikan baliho SBY-Boediono.
(van/nrl)










































