Ceritanya, begitu sampai di halaman kantor harian tersebut, JK langsung dicegat oleh 5 mahasiswa perwakilan BEM Se-Jateng dan DIY, Minggu (21/6/2009). Mereka menyodorkan kontrak politik yang berisi 7 poin dan minta JK menekennya.
Dicegat mendadak, JK berhenti. Dia melayani 5 mahasiswa pimpinan Yudha Prakasa itu di tengah terik matahari. Di sisinya tampak Ny Mufidah.
"Tidak bisa saya tanda tangani, tapi 7 poin yang ada di sini sudah sesuai dengan visi misi saya," ujar JK sambil tersenyum sambil menepuk pundak Yudha Prakasa.
"Poin-poinnya sudah dibaca, Pak?" tanya Yudha.
"Sudah, sudah dibaca. Coba kamu bacakan lagi," jawab JK.
Yudha lalu membacakan tuntutan mereka, antara lain kembalikan kedaulatan bangsa di sektor ekonomi dan energi, turunkan harga kebutuhan pokok, berantas mafia peradilan, selesaikan kasus Lapindo Brantas dan tuntaskan kasus Soeharto.
"Ya ini sesuai misi visi saya. Jadi sudah ya," ujar JK yang mengenakan kemeja biru lengan panjang. Naskah tuntutan dibawa JK.
Mereka lalu bersalaman. JK meninggalkan tempat dan melanjutkan perjalanan ke gedung Krida Nggo Salatiga untuk berkampanye. Turut bersama JK adalah politisi Drajad Wibowo, Alvin Lie, Yuddy Chrisnandi, dan Sumarsono.
(gun/nrl)











































