"Kalau memang ada statemen khas ikon Pak SBY jelas itu pelanggaran. Apalagi dilakukan di Istana yang merupakan fasilitas negara," ujar Sekjen Partai Hanura Yus Usman di sela-sela kampanye cawapres Wiranto di Palembang, Sumsel, Sabtu(20/6/2009).
Hal ini dikatakan dia menanggapi dugaan kampanye terselubung yang dilakukan SBY di Istana Negara, Jumat kemarin 19 Juni 2009.
Saat itu, SBY sedang menerima kunjungan anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) . Dalam pertemuan itu, kabarnya, kata-kata "Lanjutkan!" kerap dipekikkan peserta. Selain pekik "Lanjutkan!", acara itu juga disertai pernyataan dukungan dari para pensiunan PNS itu bagi SBY.
Tentunya kejadian kemarin itu sangat disayangkan oleh kubu JK-Wiranto. "Sangat disayangkan," kata Yus. Dia pun menuturkan, bahwa sebagai kandidat incumbent semestinya SBY membedakan kapan bertindak sebagai presiden, dan kapan tampil sebagai capres.
SBY diminta memberi contoh yang baik. "Apalagi dia yang dulu berkoar-koar jangan memakai fasilitas negara dalam kampanye," imbuhnya.
Menurut pria yang juga menjabat sekretaris Timkamnas JK-Wiranto ini, penggunaan fasilitas negara untuk kampanye bukan persoalan yang ringan. Bawaslu diminta bertindak tegas.
"Ini pidana, dan bukan sekedar pelanggaran. Jadi Bawaslu harus bertindak," tegasnya.
(Rez/gah)











































