Moderator Debat Capres Harus Diberi Keleluasaan Lebih

Moderator Debat Capres Harus Diberi Keleluasaan Lebih

- detikNews
Sabtu, 20 Jun 2009 17:30 WIB
Moderator Debat Capres Harus Diberi Keleluasaan Lebih
Jakarta - Agar debat capres tak monoton, moderator perlu diberi ruang lebih untuk mengelaborasi jawaban-jawaban para capres. Hal ini penting supaya isi debat tidak hanya bersifat normatif dan visi misi serta program para capres bisa tergali lebih dalam.

"Sebaiknya dibuka kebebasan bagi moderator untuk memberi pertanyaan lanjutan yang sifatnya mendalami jawaban para capres. Mungkin itu akan mengubah suasana debat dan bisa tergali apa yang sebetulnya diharapkan dari calon yang bukan normatif," kata Koordinator Komite Pemilih (Tepi) Indonesia, Jeirry Sumampow, saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/6/2009).

Menurut Jeirry, jika melihat para moderator yang ditunjuk, independensi mereka tidak diragukan. Tokoh-tokoh seperti Anies Baswedan dan Komarudin Hidayat bisa menjadi jaminan mereka akan bersikap independen dan tidak ada maksud menyudutkan calon tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan format seperti debat pertama kemarin, kemampuan dan kapasitas moderator sekelas Anies tidak kelihatan. Sebab Anies hanya menjalankan apa yang sebelumnya telah diskenariokan oleh KPU dan tim kampanye.

"Kalau cuma seperti itu tak perlu orang sekelas Anies. Sangat disayangkan kemampuan Anies jadi tidak kelihatan," kata Jeirry.

Jeirry juga mengkritik KPU yang dengan gampang mengubah format karena permintaan dari para kandidat. Meski dalam UU diatur format dan moderator harus disepakati oleh KPU dan semua pasangan, namun tidak seharusnya KPU mau saja disetir. KPU sebagai penyelenggara tetap harus leading dalam menentukan format debat.

Sebelumnya KPU dan tim kampanye pasangan sudah menyepakati format debat. Dalam format awal itu, para capres di sesi ketiga akan diberi waktu untuk saling bertanya secara langsung. Namun format ini diubah menjelang debat digelar, yakni pada pagi harinya.

"Debat kandidat itu substansinya ada di situ, ketika satu calon bertanya ke calon lain. Lalu kok itu dihilangkan KPU. Ini menunjukkan KPU tidak percaya diri, sangat mudah dipengaruhi," tandas Jeirry.
(sho/mok)


Berita Terkait