Pemuka 5 Agama Doakan Mega-Prabowo Menang Pilpres

Pemuka 5 Agama Doakan Mega-Prabowo Menang Pilpres

- detikNews
Sabtu, 20 Jun 2009 15:55 WIB
Pemuka 5 Agama Doakan Mega-Prabowo Menang Pilpres
Jakarta - Para pemuka dari 5 agama, yakni Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha mendoakan Mega-Prabowo berhasil memenangi pilpres. Para pemuka agama ini tergabung dalam Forum Bhineka Tunggal Ika Nusantara (Forbathin) dan Forum Relawan Penyelamat Ibu Pertiwi (FRPIP).

Acara yang digelar di ballroom Hotel Sultan Jakarta ini diwakili oleh para pengurus kedua organisasi. Mereka menegaskan dukungan secara langsung terhadap pasangan Mega-Prabowo. Dalam acara deklarasi tersebut nampak hadir adik Prabowo, Hasjim Djojohadikusumo yang juga Pembina Partai Gerindra.

"Kedua pasangan in dianggap lebih mengerti tentang pentingnya damai sebagai suatu syarat kesejahteraan rakyat," kata Ketua Umum Forbathin, AS Kobalen, Sabtu, (20/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Relawan ini juga mengklaim telah merangkul 32 ormas dari berbagai kalangan profesi, mulai dari nelayan, kusir dokar, becak, korban banjir Situbondo, Majelis Adat Budaya Melayu, pekerja dodol Garut, dan seluruh masyarakat Indonesia.

"Bagi Mega-Prabowo, tak ada warga kelas satu atau kelas dua. Tak ada mayoritas dan minoritas. Mereka semua sejajar. Mereka harus dilindungi dan dibela. Mega-Prabowo membela Pancasila dan UUD 1945 dengan nyawanya," kata Hashim yang mengenakan baju batik lengan panjang warna gelap.

Dirinya juga mengkhawatirkan RUU Kesehatan yang melarang dokter mengobati pasien yang berbeda agama dengan sang dokter. Menurutnya, itu dapat memecah belah keutuhan bangsa karena bisa mengotak-kotakkan masyarakat.

"Bagi bangsa Indonesia, pilihannya cuma Mega-Prabowo untuk menghentikan itu semua," ujarnya berkampanye.

Hashim juga mengkritik capres yang mengaku tak ada pelanggaran HAM selama 5 tahun terakhir dalam debat capres. Menurutnya, kasus Lapindo dan kasus Prita merupakan pelanggaran HAM.

Dia juga menilai program BLT diadakan karena mendekati pilpres. Dia mesinyalir hal itu dari perkataan Menkeu Selasa lalu yang akan menyetop dana BLT. "Katanya mengayomi rakyat, kok akan di-stop. Apakan ini akan dilanjutkan?" tambahnya.

(asp/sho)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads