Acara yang digelar di ballroom Hotel Sultan Jakarta ini diwakili oleh para pengurus kedua organisasi. Mereka menegaskan dukungan secara langsung terhadap pasangan Mega-Prabowo. Dalam acara deklarasi tersebut nampak hadir adik Prabowo, Hasjim Djojohadikusumo yang juga Pembina Partai Gerindra.
"Kedua pasangan in dianggap lebih mengerti tentang pentingnya damai sebagai suatu syarat kesejahteraan rakyat," kata Ketua Umum Forbathin, AS Kobalen, Sabtu, (20/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi Mega-Prabowo, tak ada warga kelas satu atau kelas dua. Tak ada mayoritas dan minoritas. Mereka semua sejajar. Mereka harus dilindungi dan dibela. Mega-Prabowo membela Pancasila dan UUD 1945 dengan nyawanya," kata Hashim yang mengenakan baju batik lengan panjang warna gelap.
Dirinya juga mengkhawatirkan RUU Kesehatan yang melarang dokter mengobati pasien yang berbeda agama dengan sang dokter. Menurutnya, itu dapat memecah belah keutuhan bangsa karena bisa mengotak-kotakkan masyarakat.
"Bagi bangsa Indonesia, pilihannya cuma Mega-Prabowo untuk menghentikan itu semua," ujarnya berkampanye.
Hashim juga mengkritik capres yang mengaku tak ada pelanggaran HAM selama 5 tahun terakhir dalam debat capres. Menurutnya, kasus Lapindo dan kasus Prita merupakan pelanggaran HAM.
Dia juga menilai program BLT diadakan karena mendekati pilpres. Dia mesinyalir hal itu dari perkataan Menkeu Selasa lalu yang akan menyetop dana BLT. "Katanya mengayomi rakyat, kok akan di-stop. Apakan ini akan dilanjutkan?" tambahnya.
(asp/sho)











































