Diduga Bermotif Politik, Makam Kyai Sesepuh Magelang Dibakar

Diduga Bermotif Politik, Makam Kyai Sesepuh Magelang Dibakar

- detikNews
Sabtu, 20 Jun 2009 15:09 WIB
Diduga Bermotif Politik, Makam Kyai Sesepuh Magelang Dibakar
Magelang - Diduga motif politik sebagai pemicu, makam Kyai Gedong, salah satu kyai dan sesepuh Magelang di Jalan Raya Magelang-Yogyakarta, tepatnya di Desa Blondo Kabupaten Magelang, Sabtu(20/06/09) dini hari dibakar. Polisi tengah menyelidiki kasus ini.

“Sekitar pukul 02.00 pagi tadi saya berangkat ke pasar untuk belanja. Tiba-tiba saat di pinggir jalan untuk ke pasar tiba-tiba terdengar suara ter-ter-ter sebanyak tiga kali.  Lalu ada kepulan asap dan api di makam Mbah Gedong,” tegas saksi mata, Suprapti, saat ditemi detikcom.

Suprapti juga sempat melihat dua orang berboncengan menaiki sepeda motor mnelemparkan sebuah bom molotov ke arah makam. “Begitu melemparkan dan bunyi ledakan tiga kali, dua orang berboncengan motor itu langsung melarikan motor dengan kencang,” tutur Suprapti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar suara ledakan sebanyak tiga kali, puluhan warga yang tinggal di sekitar makam langsung berhamburan keluar untuk melihat. Api membumbung tinggi dan puluhan warga berusaha memadamkannya. Namun karena bangunan makam seluruhnya dari tembok, kondisi makam hangus terbakar pada bagian dalam.


Diduga Kalah Suara

Sumartoyo (45), Kepala Dusun (Kadus) Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, saat ditemui detikcom di TKP menyatakan, aksi pengerusakan makam sudah dua kali ini terjadi. Aksi perusakan pertama dilakukan pada hari Jumat (01/05/09) dengan cara hanya memecah kaca dan mengosak-asik isi makam.

Saat itu, aksi perusakan hanya dilakukan satu orang. Mengendarai sepeda motor, orang terebut turun dan melakukan pelemparan batu berkali-kali ke arah makam.

Aksi pengerusakan itu sudah dilaporkan ke kepolisian setempat, namun pelaku sampai saat ini belum tertangkap, bahkan untuk kedua kalinya melakukan pengerusakan dengan membakar makam.

Sumartoyo menduga, aksi itu dilakukan oleh salah seorang caleg yang gagal karena perolehan suara salah satu partai politik, yakni PDIP, menurun drastis.

“Makam itu kan dulu yang membangun dan merehabilitasi menjadi bangunan tembok semua adalah bupati Magelang Singgih Sanyoto yang berpartai politik PDIP. Suara PDIP di urutan ketiga. Ternyata yang menang PPP di urutan pertama dan PKB di urutan kedua,” terang Sumaryoto.

Makam Kyai Gedong dalam bangunan yang sudah bertembok itu terdiri dari tiga nisan, meliputi makam Kyai dan Nyai Gedong serta salah seorang pengikutnya.

Biasanya, pada malam Jumat, makam yang sudah kesohor namanya di masyarakat Jawa Tengah itu selalu ramai dikunjungi peziarah yang kebanyakan berasal dari Wonosobo, Parakan, dan Temanggung.

“Mungkin ada salah satu caleg yang pernah ziarah minta restu dan doa tapi tidak terkabul dan gagal akhirnya kecewa berat dan merusak makam Mbah Gedong,” tutur Sumaryoto.

Kapolsek Mungkid AKP Mujiono membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Petugas kepolisian mendapat laporan sekitar pukul 06.00 WIB tadi pagi.

”Beberapa saat setelah mendapat laporan itu, kami langsung meluncur ke TKP. Namun, hingga saat ini kami belum mengetahui siapa dan apa motif pengrusakan itu,” tegas Mujiyono saat ditemui detikcom di TKP pagi tadi. (sho/sho)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini