"Itu enggak benar dong. Ya harus diaudit," kata Gus Dur singkat ketika ditanya terkait kemungkinan mampirnya dana siluman dan asing ke sejumlah tim sukses pasangan capres-cawapres di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2009).
Namun Gus Dur mengaku dirinya saat ini belum mengetahui adanya dugaan tersebut. "Saya enggak tahu, enggak perhatiin," jelasnya.
Gus Dur sendiri mengakui kalau saat ini, SBY memang didukung oleh lembaga moneter internasional seperti IMF dengan menempatkan Boediono sebagai pasangan cawapresnya. "Tadinya mereka meminta Sri Mulyani, tapi Sri Mulyani nggak mau dan nggak berani, akhirnya staf ahlinya, Boediono itu," ujarnya singkat.
Sebelumnya, Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Roy Salam mengatakan, agar dana kampanye yang menelan miliaran rupiah itu tidak disusupi dana siluman dan asing, KPU, Bawaslu, PPATK dan Kantor Pajak diminta untuk melakukan antisipasi dengan mengaudit dana kampanye.
(zal/yid)











































