"Jangan salahkan formatnya, tapi salahkan pasangannya yang bilang cocok-cocok saja," kata anggota KPU I Gusti Putu Artha di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2009).
Menurut Putu, format yang dipakai sudah ideal. Dengan format semalam sebenarnya para capres diberi kesempatan untuk menanggapi capres lain secara lebih fokus sesuai pertanyaan moderator.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan format yang sama kalau mereka beda program pasti hasilnya akan lain," kata Putu.
Dalam format awal yang disepakati antara tim kampanye masing-masing pasangan dengan KPU, pada sesi ketiga para capres akan saling bertanya secara langsung menyangkut isu tertentu. Namun format ini diubah pada hari H.
Pagi hari sebelum debat diadakan, KPU dan tim kampanye mengubahnya menjadi saling tanggap antarcapres yang diperantarai oleh moderator. Menurut Putu, hal ini atas permintaan para kandidat guna menghindari ketidaknyamanan yang mungkin diakibatkan oleh saling bertanya secara langsung.
Putu membantah jika dikatakan perubahan itu akibat tekanan capres tertentu. "Itu permintaan dari ketiganya. Sesuai Undang-undang, format debat harus disetujui oleh pasangan dan KPU," kata Putu.
(sho/yid)











































