Iklan di Acara Debat Capres Dikritik

Iklan di Acara Debat Capres Dikritik

- detikNews
Jumat, 19 Jun 2009 14:12 WIB
Iklan di Acara Debat Capres Dikritik
Jakarta - Penayangan acara Debat Capres di televisi seharusnya tidak disertai penanyangan iklan komersial. Penanyangan iklan bisa menggangu masyakarat dalam menangkap argumen para capres secara runtut.

Demikian disampaikan Direktur Strategic and Political Intellegence (SPIN), Hamid Basyaib dalam diskusi bertajuk 'Setelah Debat Pertama' di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2009).

"Alur argumen jadi terpotong-potong karena iklan," kata Hamid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlebih, lanjutnya, yang dibicarakan adalah hal-hal besar kenegaraan yang disampaikan calon pemimpin dalam 5 tahun ke depan. Hamid pun menyanyangkan adanya humor yang terkadang muncul dalam acara yang seharusnya serius itu.

Mengenai polling yang ditayangkan oleh salah satu stasiun TV tentang penilaian capres dalam debat, Hamid mempertanyakan soal metodologi yang digunakan. Hamid menilai hal itu bisa mempengaruhi penilaian masyarakat luas terhadap salah satu calon.

"Jika yang unggul bukan SBY, apakah akan ditayangkan juga," sindirnya.

Sementara itu, pengamat birokrasi dan pemerintahan, Laurel Heydir menilai acara debat capres merupakan sebuah kemajuan dalam demokrasi. Karena capres diwajibkan untuk melakukan komunikasi dengan publik sebagai calon pemilih.

(lrn/yid)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads