Hal ini disampaikannya saat membuka rakernas Persatuan Wredatama RI, Jumat (19/6/2009). Acara digelar di Istana Negara, Jakarta.
"Bapak dan Ibu punya kemerdekaan memilih. Siapa pun pilihannya, apakah saya, Bu Mega atau Pak JK, gunakan hak pilih. Jangan ikut-ikutan golput!" ujar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan nanti setelah pemerintahanya berjalan ribut 'kok gini kok gitu'. Lha Bapak milih saja kagak. Yang lainnya pada capek di TPS, ini malah pergi berlibur," sambung SBY.
Usai pernyaataan Presiden SBY ini, dari barisan belakang Wredatama yang hadir, tiba-tiba terdengar pekik 'lanjutkan!'. Mendengar ini SBY pun tersenyum kecil sambil geleng-geleng kepala.
"Yang dilanjutkan itu gaji ke-13, Pak," sahut SBY disambut tepuk tangan tiga ratusan Wredatama yang hadir.
Sebelum itu di dalam sambutannya Presiden memang menyinggung gaji ke-13 bagi para pensiunan PNSĀ dan purnawirawan TNI. Pemerintah akan terus meningkatkan nilainya secara proposional dengan program lain pembangunan dan sejalan kenaikan pendapatan negara.
"Meski saya ingin meningkatkan gaji ke-13 tapi kalai duitnya tidak ada, ya tidak bisa. Makanya ekonomi harus tumbuh dan untuk itu keamanan negara harus aman dan politik stabil," ujar SBY.
(lh/nrl)











































