Demikian tanggapan Ketua DPP PD Anas Urbaningrum tentang klaim peran dalam perdamaian Aceh oleh salah satu kontestan Pilpres 2009. Tanggapan ini dia sampaikan melalui telepon, Kamis (18/6/2009).
"Yang lebih penting adalah bagaimana damai di Aceh menjadi dasar kemajuan daerah dan masyarakat. Itulah perdamaian sejati dan berkualitas," kata dia.
Bahwa dalam proses perundingan Wapres Jusuf Kalla (JK) banyak berperan, adalah fakta. Tapi andil kepemimpinan Presiden SBY selaku Kelapa Negara dan Panglima Tertinggi TNI memutuskan membuka perundingan dengan GAM, merancang strategi perundingan sampai eksekusi final, juga merupakan fakta yang bisa dipungkiri.
Bukan hanya duet pucuk pemerintahan RI itu saja yang paling berjasa dalam proses damai. Jasa yang tidak kalah penting disumbangkan oleh jajaran TNI, DPR, Maarti Ahtisari, tim juru runding dua pihak, masyarakat Aceh, seluruh bangsa Indonesia dan di atas segalanya adalah ridho Allah SWT.
"Jadi tidak ada aktor tunggal. Klaim adanya aktor tunggal tentu amat berlebihan dan sukar dibedakan dengan kesombongan," pungkas Anas.
(lh/gah)











































