"Persoalan di negeri ini bukan hanya perkara Anda terima gaji atau tidak, tapi bagaimana menjalankan kekuasaan pemerintahan itu sendiri," ujar Andi kepada wartawan di Istana negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2009).
Pria berkumis tebal ini pun mempertanyakan era pemerintahan Megawati lalu yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
"Apakah program-programnya menguntungkan negara atau merugikan negara?Menjual aset-aset negara atau memperkaya negara? Pertanyaan-pertanyaan itu lebih penting dibanding mau terima gaji atau tidak," tandasnya.
Oleh karenanya, Andi menilai wacana presiden/wapres menolak gaji bukanlah hal yang signifikan diumbar kepada masyarakat. Masyarakat lebih butuh pemimpin yang bisa menjalankan kebijakan dan program.
"Ketika menjadi presiden bagaimana Bu Megawati dulu menjalankan kekuasaan pemerintahan itu untuk apa? Apakah kekuasaan pemerintahan itu untuk rakyat atau siapa?" pungkasnya.
Β
Sebelumnya, cawapres Prabowo Subianto menjanjikan jika terpilih pada Pilpres nanti tidak akan memanfaatkan gaji dan tunjangan yang diterima apabila program dan aksinya tidak terlaksana. Janji ini sekaligus menjadi kontrak politik pasangan Mega-Prabowo kepada rakyat.
(ape/nrl)











































