Wacanakan Tolak Gaji, Mega-Prabowo Dianggap Membodohi Rakyat

Wacanakan Tolak Gaji, Mega-Prabowo Dianggap Membodohi Rakyat

- detikNews
Kamis, 18 Jun 2009 15:33 WIB
Wacanakan Tolak Gaji, Mega-Prabowo Dianggap Membodohi Rakyat
Jakarta - Pernyataan cawapres Megawati, Prabowo yang akan menolak gaji dan tunjangan apabila terpilih dalam pilpres nanti menuai kritik keras dari tim sukses rivalnya, SBY-Boediono. Pernyataan itu dinilai hanya akan membodohi rakyat.

"Itu sama dengan membodohi rakyat. Presiden gajinya cuma 50 juta perbulan, tidak ada artinya untuk mereka," tutur Anggota Tim Sukses SBY-Boediono, Syarif Hasan, saat berbincang dengan detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2009).

Menurut Syarif, apa yang diucapkan Prabowo hanyalah manuver kampanye politik untuk memenangkan Mega-Prabowo dalam pilpres Juli nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu hanya kampanye saja, justru kalau begitu menghidupi keluarga dari mana, sekalipun sudah kaya tetap saja butuh," ejek Syarif.

Syarif kemudian mencontohkan kasus yang sama juga terjadi pada calon anggota DPR. Janji-janji sebelum menang tidak dilaksanakan saat menjabat. "Dulu juga ada anggota DPR sebelum jadi janjinya nggak mau terima gaji, tapi nyatanya ya terima juga," beber Syarif.

Apakah ini akan berhasil menaikkan suara Mega-Prabowo? "Tidak akan terlalu mempengaruhi perolehan suaranya, sudahlah," Jawabnya santai.

(van/yid)


Berita Terkait