SBY Dianggap Berkhotbah Tanpa Kitab Suci

SBY Dianggap Berkhotbah Tanpa Kitab Suci

- detikNews
Kamis, 18 Jun 2009 12:52 WIB
SBY Dianggap Berkhotbah Tanpa Kitab Suci
Jakarta - Politik yang dicitrakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) penuh dengan kesantunan. Namun dalam realita, tidak jarang politik SBY dianggap sebaliknya. SBY pun dianggap berkhotbah tanpa kitab suci.

"Adalah realita politik ketika politik Machiavelli (devide et impera-red) dibalut oleh kesantunan. Itu bisa disebut juga khotbah tanpa kitab suci. Ada ketidakkonsistenan," kata anggota Komite Kebijakan Publik Kementerian Negara BUMN, Ismed Hasan Putro dalam diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2009).

Menurut Ismed, khotbah tanpa kitab suci merupakan praktek pemunduran kitab suci sehingga dianggap berbahaya bagi masa depan demokrasi di Indoensia.

Partai Demokrat, imbuh Ismed, juga dianggap mengerahkan segala cara untuk memenangkan Pemilu Legislatif 9 April lalu. "Demokrat mengerahkan segala cara termasuk tipu muslihat untuk memenangkan pemilu kemarin. Tapi hasilnya cuma 20 persen," lanjut Ismet.

Dia menambahkan, pernyataan para tim sukses SBY yang optimistis menang Pilpres dalam satu putaran saja dianggap tidak masuk akal. Terlebih, komentar salah satu tim sukses SBY-Boediono, Suripto dari PKS yang menganggap jika Pilpres dua putaran akan menimbulkan kericuhan juga dianggap tidak masuk akal.

"Karena Pilpres bukannya diposisikan sebagai kompetisi politik, tapi konfrontasi politik," imbuhnya.

(anw/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads