"Saya menyesalkan hal itu. Itu menunjukkan manajemen kampanye yang tidak baik. Kalau klrafikasi setelah jadi wacana kan tidak baik," ujar Yahya dalam jumpa pers di Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2009).
Yahya meminta Hatta Rajasa mengklarifikasi ke publik atas pencatutan namanya dalam tim sukses agar tidak muncul fitnah. "Kami kan di kereta api punya karyawan 27 ribu. Bisa terpengaruh blok ini blok itu," imbuhnya.
Yahya mengaku tidak mengetahui siapa yang memasukkan namanya yang membawahi Jateng dan DIY. "Apakah tim sekoci ataukah tim Kamnas. Yang jelas saya tidak tahu dan tidak dikonfirmasi ke sana," tuturnya.
Meski demikian, Yahya mengaku tidak akan menggugat Hatta. Hal itu dirasakannya tidak perlu.
"Kalau dilihat dari hukum positif rasa-rasanya pengin saja. Tapi sepertinya tidak perlu, karena saya sudah melakukan hak jawab. Kalau muncul di pers tidak usah jadi persoalan hukum," tandasnya.
(nik/iy)











































