"Banyak dana di bawah meja, gremet-gremet, pasukan jin dan sebagainya yang memberikan sumbangan luar biasa tapi tidak dilaporkan, " tutur Anggota Tim
Sukses Mega-Prabowo, Gandjar Pranowo, dalam dialog bertajuk "Menelisik Dana Kampanye Pilpres", di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2009).
Hal ini, menurut Ganjar, menyulitkan PDIP dalam menggalang dana pemenangan Mega-Prabowo. Posisi Mega dan Prabowo sebagai rakyat sipil memiliki akses terbatas.
"Tiga-tiganya memang pernah mengelola negara, tapi yang dua incumbent, kita tidak mudah menggalang dana," keluh Gandjar.
Gandjar kemudian mengkritik banyaknya komisaris BUMN yang ikut menjadi tim
sukses SBY-Boediono. Hal ini dianggap ganjar menjadi salah satu sumber dana
empuk pasangan capres tertentu.
"Komisaris itu jabatannya tidak seberapa tapi banyak duit, mungkin ini menjadi kanal untuk mencari dana," ujar Gandjar.
Gandjar mengajak masyarakat untuk membandingkan antara belanja capres dengan dana kampanye yang dilaporkan. "Pada saat belanja besar orang bisa
membandingkan antara sumbangan dengan belanja besar, apakah cukup," sindirnya.
(van/anw)











































