Namun Indosiar mengaku tidak pernah menerima tekanan apapun mengenai siarannya. Termasuk untuk iklan yang dianggap mengkritisi kinerja pemerintah itu.
"Standar kita berdasar tanda lulus sensor yang dikeluarkan oleh lembaga sensor. Jadi kalau itu sudah ada ya kita tetap tayangkan," kata Corporate Secretary Indosiar Andreas Ambesa kepada detikcom, Rabu (17/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nggak tahu ada pesanan orang kuat atau apa. Saya juga nggak tahu mengapa televisi lain tidak menayangkan, kan standar tiap televisi itu beda-beda," kata Andreas.
Sebelumnya Sekretaris Umum Tim Nasional Kampanye Pasangan Mega-Prabowo Fadli Zon mengatakan, semua stasiun televisi kecuali Indosiar menolak menayangkan iklan tersebut. Kubu Mega-Prabowo pun curiga, penolakan itu karena ada intervensi kekuasaan untuk memaksa stasiun TV untuk tidak menayangkan iklan-iklan ini.
(ken/iy)










































