Wakil Ketua PAN Solo Membelot Dukung Megawati-Prabowo

Wakil Ketua PAN Solo Membelot Dukung Megawati-Prabowo

- detikNews
Rabu, 17 Jun 2009 15:36 WIB
 Wakil Ketua PAN Solo Membelot Dukung Megawati-Prabowo
Solo - Wakil Ketua DPD PAN Kota Surakarta, M Muslich, menolak mendukung pasangan SBY-Boediono dengan mendirikan Laskar Amanat Mega Pro. Atas pilihannya itu, dia siap diberi sanksi.

Muslich mengatakan, pilihannya tidak mendukung SBY-Boediono justru untuk membela kehormatan dan martabat partai. SBY dinilai telah membohongi Amien Rais ketika tiba-tiba memilih Boediono, padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan akan memilih cawapres dari parpol tapi bukan ketua parpol.

"Seorang pemimpin yang telah melakukan kebohongan di depan publik seperti SBY sudah tidak layak lagi diikuti. Dia ibarat imam yang kentut. Kami kecewa karena salah satu dari orang yang dibohonginya adalah tokoh panutan kami, Pak Amien Rais," ujar Muslich, Rabu (17/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan lainnya, kata Muslich, adalah hingga saat ini pasangan SBY-Boediono tidak pernah mengeluarkan visi dan misi bidang ekonomi yang definitif. Sedangan pasangan Megawati-Prabowo telah menyampaikan programnya di berbagai media, yang menurutnya mendekati cita-cita ekonomi yang digariskan PAN.

Lebih lanjut, Muslich mengaku saat ini Laskar Amanat Mega Pro yang didirikannya telah terbentuk dari tingkat kota hingga seluruh kelurahan di Solo. Pengurus laskar itu sebagian besar berasal dari para pengurus harian partai matahari biru tersebut.

"Target kami tujuh ribu hingga sepuluh ribu pendukung PAN di Solo ikut bersama kami mendukung Megawati-Prabowo. Mesin pencari massanya sudah jalan karena memang pengurus laskar ini sebagian besar para pengurus harian PAN yang memang selama ini bertugas mencari massa di tingkat bawah," ujarnya.

Muslich juga siap jika nantinya akan menerima sanksi dari partai atas pembelotannya itu. Menurutnya, kewajiban menjalankan keputusan partai untuk mendukung SBY-Boediono adalah kewajiban secara kelembagaan di partai, namun tidak mengikat bagi setiap personnya.

Menurutnya, meskipun saat ini Amien Rais secara resmi mengatakan semua pengurus PAN agar mendukung SBY-Boediono, sedangkan bagi konstituen PAN dibebaskan mendukung siapapun, pada dasarnya adalah pernyataan terbuka bagi seluruh person di PAN untuk menentukan pilihan.

"Namun saya siap jika nantinya memang akan ada sanksi. Silakan saja. Saya akan melihat, apa nantinya DPP akan benar-benar menjatuhkan sanksi untuk tokoh-tokoh seperti Pak Alvin Lie, Pak Drajat Wibowo dan lain-lainnya," ujarnya enteng.

(mbr/djo)


Berita Terkait