Β Β
"Sesungguhnya, kita tidak anti satu putaran dalam Pilpres. Tetapi kesan yang ingin dibangun bahwa pilpres satu putaran saja itu yang menyesatkan. Karena sejatinya konstitusi dan UU Pilpres mempersilakan apakah rakyat mau 1 atau 2 Putaran. Yang penting memenuhi syarat perolehan angka kemenangan yang ditentukan," kata Ferry kepada detikcom, Rabu (17/6/2009).
Menurut politisi muda Partai Golkar ini, kampanye pilpres satu putaran mengabaikan semangat dibangunnya UU Pilpres yang terbuka dan demokratis. Setidaknya semangat kemenangan yang berdasarkan kemajemukan sebagai ciri ke Indonesiaan ingin ditanggalkan dengan kampanye pilpres 1 putaran.
"Ada hal prinsip yang diabaikan oleh pelaku kampanye 1 putaran, yakni persyaratan persebaran angka kemenangannya yang harus memperoleh 20 persen di setengah jumlah Provinsi. Prinsip ini mewakili faktor kemajemukan bangsa. Jadi jika sekedar kampanye untuk satu putaran, jangan-jangan merupakan upaya pengabaian terhadap fakta kemajemukan dan rentang geografis Indonesia," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi bukan satu putarannya yang masalah. Tapi sikap pengabaian terhadap kemajemukan dan kondisi geografis, yang tidak benar. Apalagi jika semangat satu putaran akan dijadikan dasar untuk penggunaan segala cara untuk meraihnya," pungkasnya.
Saat ditanya alasan pilpres satu putaran dapat menghemat biaya sampai triliunan rupiah, dengan menyindir Ferry menjawab, jika temanya adalah penghematan, sudah berapa banyak biaya iklan yang dikeluarkan untuk pasang iklan pilpres satu putaran. Kenapa tidak dimulai dari dirinya untuk melakukan penghematan.
"Iklan full color setengah halaman, dalam pesannya malah menyebut 'kita menghemat begitu banyak biaya di saat ekonomi sulit'. Ini luar biasa... Bagaimana jika ada pengembangan kampanye, jika ingin negara ini maju, pilih presiden cukup untuk satu periode saja," sindirnya.
(yid/iy)











































