"Oh, saya mengadakan pertemuan kader dan Timkamda. Konsolidasi langkah pemenangan," jawab Ketum DPP PPP Suryadharma Ali, kepada detikcom.
Hal serupa dilakukan oleh semua petinggi parpol anggota koalisi yang turut dalam rombongan. Pertemuan dengan kader dan timkamda masing-masing parpol berlangsung pada malam hari H-1 kampanye.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat kampanye berlangsung, para elit parpol tersebut duduk di sisi capres SBY dan Ny Ani Yudhoyono. Sebelum SBY berorasi, satu per satu mereka diperkenalkan kepada hadirin.
"Memang tidak dijadwalkan ketum parpol buat berorasi. Kan ini pilpres, bintangnya, ya, si capres," jelas CEO Fox Indonesia, Choel Mallarangeng.
Tapi tidak semua anggota tim pemenangan SBY-Boediono setuju dengan metode yang demikian. Sangat disayangkan bila seorang politisi dengan mempunyai legitimasi kuat di parpol masing-masing tidak berkesempatan menyampaikan orasi yang bisa menguatkan massa untuk memilih SBY-Boediono pada 8 Juli mendatang.
"Memang betul tidak boleh ada 2 bintang. Tapi ini bukan AS, politik Indonesia dinamis. Ketum parpol bisa orasi mendukung yang SBY sampaikan atau testimony atas rekam jejak yang from zero to hero. Kan dahsyat kalau Pak Tiffatul, Cak Imin atau Eros Djarot yang bicara itu di panggung. Jangan ngomongnya ke wartawan, ke massa langsung," kesal salah satu anggota tim pemenangan.
Pada kampanye di Bandar Lapung ini, ada beberapa elit parpol yang menyertai. Selain Suryadharma Ali, ada Erros Djarot (PNBKI), Zulkifli Hasan (PAN) dan Bursah Zarnubi (PBR).
Pada putaran pertama safari kampanye di Malang-Kendari-Kupang, ada Muhaimin Iskandar (PKB), Tiffatul Sembiring (PKS) dan Zulkifli Hasan. Saat di Malang mereka sempat menyampaikan keterangan pers seusai SBY menyampaikan orasi.
(lh/irw)











































