menjadi tim sukses (timses) pasangan capres-cawapres. Bawaslu ingin mengklarifikasi
mengenai keterlibatan mereka sebagai timses.
"Kita undang siang ini untuk klarifikasi. Katanya ada yang namanya dicantumkan
tanpa sepengetahuan yang bersangkutan," kata anggota Bawaslu Bambang Eka Cahya
Widodo saat dihubungi detikcom, Rabu (17/6/2009).
Rencananya pertemuan Bawaslu dengan para pejabat itu akan dilakukan siang ini,
di atas pukul 13.00 WIB. Namun Bambang belum tahu waktu pastinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
satupun yang datang. Hanya ada 1 orang yang mengirimkan surat klarifikasi, yakni
Komisrasi Perusahaan Umum Percetakan Uang Negara Republik Indonesia (Peruri)
Achdari.
Dalam suratnya yang ditandatangani oleh kuasa hukumnya, Achdari mengatakan
dirinya tidak tahu menahu namanya dicantumkan dalam tim sukses SBY-Boediono.
Selasa kemarin, 2 pejabat lainnya, yakni Komisaris Utama PT Perusahaan Pengelola
Aset, Raden Pardede, dan Komisaris Utama PT Telkom, Tanri Abeng, menyatakan siap
datang. Namun hanya Pardede yang datang. Sedangkan Tanri yang kabarnya menjadi
timses JK-Wiranto absen.
Menurut Bambang, ada sekitar 8 pejabat BUMN yang menjadi timses. Mereka tersebar
dalam tim kampanye SBY-Boediono dan JK-Wiranto.
(sho/nrl)











































