Setelah makan martabak HAR, JK akan menemui 2.000 pendukungnya di GOR Sriwijaya, Jalan POM IX Palembang.
Demikian dikatakan sekretaris Tim Kampanye Daerah JK-Wiranto Provinsi Sumsel, Jamratul, kepada pers di sekretariat Timses JK-Win, Jalan POM IX Palembang, Selasa (16/06/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK makan martabak HAR yang berada di depan masjid Agung Palembang. Dari situ, JK dan isteri direncanakan akan berjalan kaki ke 16 Ilir.
"Dari situ baru akan menuju GOR untuk berkampanye secara dialogis dengan pendukungnya," ujar Jamratul.
Menurutnya, unsur yang akan hadir dalam kampanye dialogis adalah etnis Jawa, Bugis, Padang, Arab, buruh serta para tim relawan JK-Wiranto di Sumsel. Dialog tersebut akan dipandu oleh Amzulian Rifai.
Sedang pembawa acara pada kampanye dialogis adalah Tantowi Yahya. JK serta rombongan yang terdiri dari juru kampanye nasional akan berdialog dari pukul 09.40 hingga sekitar pukul 11.00. Setelah itu JK akan terbang untuk berkampanye di Kalimantan.
Sebagai informasi, martabak HAR merupakan martabak yang hanya ditemukan di Palembang. Martabak ini merupakan inovasi dari martabak India. Bedanya, martabak HAR hanya berisi telor bebek atau ayam, tanpa sayuran.
Sedangkan kuahnya adalah kua kari. Nama martabak HAR sendiri diambil dari orang yang kali pertama menjualnya sekitar tahun 1948 yakni Haji Abdul Rozak (HAR).
Setelah Capres JK berkampanye di Palembang, Cawapres Wiranto akan berkampanye di Provinsi Sumsel tanggal 20 Juni 2009. Namun Wiranto yang menjadi pasangan dari JK, akan berkampanye di Kabupaten Musirawas dengan kampanye terbuka atau rapat umum.
Dipilihnya kabupaten tersebut menurut Sekretaris Tim Kampanye JK-Wiranto Provinsi Sumsel, Jamratul, karena wilayah tersebut dikenal sebagai daerah yang terdiri dari multietnis.
"Kita targetkan bahwa sebanyak 25 ribu orang akan hadir dalam kampanye terbuka tersebut," ujarnya.
Sedangkan bersamaan dengan dilaksanakannya kampanye terbuka di Musirawas tersebut, tim kampanye daerah di kabupaten/kota lain akan menggelar kampanye secara dialogis. Dengan demikian kampanye dilakukan secara sporadis meski dilakukan dalam berbagai bentuk.
(tw/lrn)











































