Sementara iklan kampanye yang cukup ramai milik pasangan JK-Wiranto. Banner maupun spanduk tertampang di sejumlah ruas jalan atau di dinding rumah toko. Sedangkan iklan kampanye Mega-Prabowo nyaris tidak muncul.
"Ya, katanya capres paling miskin kok iklannya banyak, ya," kata Fathmawaty, warga Kertapati, yang menyatakan mendukung Mega-Prabowo.
"Bagi saya iklan capres lain tidak memengaruhi saya. Entah orang lain," sambungnya.
Sementara pendukung SBY-JK cukup bangga dengan banyaknya iklan capres dan cawapres pilihannya.
"Timses kami nih lebih kompak dan bekerja lebih cepat, jadi saya percaya kami menang satu putaran," kata Budiman, warga Kertapati lainnya.
Pendukung JK-Wiranto menilai iklan kampanye di jalan tidak begitu pengaruh pada pilihan warga terhadap calon presiden.
"Kalau saya sih percaya iklan di televisi lebih kuat. Sekarang ini banyak orang yang mendukung JK-Winlantaran kampanye di TV bukan di jalan-jalan," kata Sodikun, warga Plaju Palembang. (tw/lrn)











































