"Tudingan Umar Bakri sebagai Direktur LSN tidak berdasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kami dari Puskaptis meminta klarifikasi kepada Umar, kalau tidak, saya akan melakukan somasi," kata Yazid kepada detikcom, Selasa (16/6/2009).
Menurut Yazid, dengan tudingan Umar S Bakri itu, pihaknya merasa dirugikan nama baiknya kerena selama ini lembaganya dalam melakukan survei selalu menggunakan dana operasional survei yangΒ berasal dari perusahaan miliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yazid mengaku telah menghubungi Ketua Perhimpuan Survei Opini Publik yang juga direktur lembaga survei Cirus Andrinov Chaniago. Bersama Andrinov dia akan mensomasi Umar Bakri Kamis (18/6).
Yazid menambahkan sangat tidak etis jika lembaga survei saling membuka isi dapurnya di depan publik. "Soal independen atau tidak, biar publik yang menilai. Jangan membuka aib di depan umum. Kalau memang lembaganya menerima bantuan, jangan katakan lembaga lain juga melakukan hal yang sama," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakri meyakini lembagaΒ survei di Indonesia tidak ada yang independen. Keterbatasan dana membuat lembaga survei didanai oleh pihak tertentu untuk melakukan survei.
"Secara finansial saya yakin 6 lembaga survei tidak ada yang independen," ujar Umar dalam Diskusi Terbatas Ilmu Komunikasi, di Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Selasa (16/6/2009).
6 lembaga survei itu antara lain Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Lembaga Survei Indonesia (LSI), Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Lembaga Survei Nasional (LSN), Cyrus Surveyor Group dan Puskaptis.
Tidak independennya lembaga survei secara finansial, diakui oleh Umar karena faktor biaya yang tidak murah saat melakukan survei. "Tidak ada yang independen gunakan dana sendiri, karena dana untuk survei bisa hampir 1 miliar lebih," ungkapnya.
Meskipun ada pihak tertentu yang membiayai survei Umar meyakini, untuk hasil dan akurasi survei dan quick count masih kredibel bisa dipertanggung jawabkan. "Kami pastikan hasilnya kredibel," tandasnya.
(yid/ndr)











































