"Biarin saja, (tidak kreatif) itu kan kata kompetitor dan pengamat. Kalau masyarakat menilai sudah bagus. Masyarakat menilai iklan yang Indomie itu bagus sekali, mengena dan enak dirasa. Kita selalu survei untuk mengecek semua itu," kata Wakil Ketua DPP PD Ahmad Mubarok kepada detikcom, Selasa (16/6/2009).
Menurut Mubarok, yang terpenting dari sebuah iklan adalah dampak dan efeknya di masyarakat. Tidak bermakna sebuah iklan jika hanya menarik bagi pembuatnya, tetapi tidak dapat diterima dan diserap masyarakat sehinga tidak membawa pengaruh apapun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya mengenai iklan JK yang lebih kreatif, Mubarok dengan tegas menjawab,"JK sudah mengikuti jargonnya lebih cepat lebih baik. Silakan saja cepat dan agresif. Kita tidak terpengaruh".
Apakah Tim Kampanye SBY-Boediono akan mengevaluasi peran dan posisi Fox Indonesia akibat gagal mencitrakan SBY yang terbaik, Mubarok menjawab tegas tidak usah.
ย
"Nggak ada (reposisi), kita jalan saja terus. Sekarang sudah bagus kok. Kita belakangan saja mainnya. Politik itu dipengaruhi situasi terakhir, bukan pertama," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, tim JK-Wiranto benar-benar memanfaatkan momentum kampanye untuk mengambil hati masyarakat. Iklan-iklan yang dibuat JK-Wiranto dinilai lebih bagus dibanding iklan dan kampanye SBY-Boediono yang dibuat Fox Indonesia. Fox diminta untuk meningkatkan kreativitasnya bila SBY-Boediono ingin menang satu putaran.
Hasil survei sejumlah lembaga survei memperlihatkan bahwa popularitas SBY-Boediono makin menurun, meski elektabilitas pasangan ini masih di atas 50%. Bila hasil survei ini tidak diimbangi dengan kreativitas iklan dan kampanye yang luar biasa, maka popularitas SBY-Boediono akan makin menurun, sehingga keinginan menang satu putaranย hanya mimpi.
(yid/iy)











































