"Kita juga sedih. Katanya ada joke di Malaysia kalau jenderal-jenderal Malaysia sedang kumpul, kalau ada laporan 'Pak, ada pesawat Indonesia mendekat, nggak apa-apa nanti juga jatuh sendiri'," cerita Prabowo disambut tawa ratusan pengusaha Tionghoa.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Seminar Nasional Ekonomi Kerakyatan di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2009).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menolak melanjutkan sistem ekonomi yang dijalankan pemerintah saat ini. Prabowo ingin mengalihkan ke sistem ekonomi kerakyatan.
"Kalau kita teruskan sistem ini karena ada yang ingin 'lanjutkan' katanya, mari kita ketemu lima tahun lagi. Saya jamin cadangan devisa kita masih sekitar Rp 50 miliar," ujar Prabowo.
Prabowo mengarahkan agar rakyat menyelamatkan kekayaan nasional.
"Bagaimana kalau nggak punya uang? Jaga perbatasan tiap hari palung perbatasan dipindahkan," kata mantan Danjen Kopassus itu.
Dia juga menyinggung pemimpin Indonesia yang tidak dapat memimpikan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
"Pertumbuhan kita rendah, 7 persen. Tapi dianggap biasa kalau kita ingin meniru negara lain yang pertumbuhan ekonominya dibilang tinggi. Kita dibilang mempunyai impian yang tidak mungkin, angin surga katanya," tandas dia.
(nik/nwk)











































