"Pedagang Melayu itu kurang pintar dagang. Belajarlah ke pedagang Tionghoa," canda Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan dia saat menjadi pembicara dalam 'Seminar Ekonomi Kerakyatan' di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (16/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Musik Tionghoa itu bunyinya tung tung tung tung tung, jadi untung terus. Kalau musik India bunyinya kadanguntung kadanguntung kadanguntung. Nah yang repot itu musik Melayu. Bunyinya takuntung takuntung takuntung," gurau mantan Danjen Kopassus yang disambut tawa para hadirin.
Tak hanya sampai di situ, Prabowo pun membandingkan pengusaha Melayu dan pengusaha Tionghoa dari perilakunya.
"Kalau perusahaan keturunan Tionghoa ketika dia untung, dia pura-pura rugi. Jadi dia nggak bisa dimintai sumbangan di sana sini. Kalau pengusaha keturunan Melayu, kalau dia rugi dia pura-pura untung. Jadi kalau ditanya keluarga istrinya dia bilang 'ah lumayan'," ujar Prabowo yang lagi-lagi mengundang tawa.
(nwk/iy)











































