Tim SBY Bantah Ingin Pilpres 1 Putaran Karena Takut BBM Naik dan Ramadan

Tim SBY Bantah Ingin Pilpres 1 Putaran Karena Takut BBM Naik dan Ramadan

- detikNews
Selasa, 16 Jun 2009 15:59 WIB
Tim SBY Bantah Ingin Pilpres 1 Putaran Karena Takut BBM Naik dan Ramadan
Jakarta - Isu yang menyatakan SBY ingin menang satu putaran karena takut menghadapi bulan Ramadan dan naiknya harga BBM pada September-Oktober akibat kenaikan harga minyak dunia dibantah keras oleh tim kampanyenya. Tudingan itu dinilai disampaikan oleh kompetitornya yang tidak ingin melihat SBY menang satu putaran.

"Semuanya kepingin satu putaran. Masak maunya 2 putaran. Semuanya kepingin satu putaran dan menjadi pemenangnya. Bukan hanya SBY, tapi semuanya. Jadi nggak ada itu (takut Ramadan dan kenaikan harga BBM)," kata Wakil ketua DPP PD Ahmad Mubarok kepada detikcom, Selasa (16/6/2009).

Menurut Mubarok, isu-isu seperti itu sengaja dihembuskan oleh para kompetitor SBY guna mempengaruhi opini publik. Namun tim SBY yakin rakyat tidak akan terpengaruh dengan semua itu karena memang isu yang dilempar tidak berdasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu kan hasil orang menganalisa. Paling isu dari kompetitor. Kalau (harga BBM) memang naik, yang rugi bukan SBY, tapi bangsa dan negara termasuk rakyat," paparnya.

Saat ditanya apakah SBY siap juga bila harus menghadapi 2 putaran, Mubarok menjawab, "Kita siap kalau pun 2 putaran. Ini bukan karena ketakutan. Tapi kita ingin satu putaran karena lebih efektif dan efisien dana negara. Masyarakat lelah pilkada terus menerus."

Sebelumnya diberitakan, opini pemilihan presiden (pilpres) satu putaran atau dua putaran terus dihembuskan ke publik oleh tim kampanye tiga capres-cawapres. Tim kampanye SBY-Boediono terus terang ingin satu putaran, ingin menang sebelum bulan Agustus.

Paparan sejumlah lembaga survei yang memenangkan SBY-Boediono jauh di atas 50% menguntungkan SBY. Isu pilpres satu putaran yang bisa menghemat Rp 4 triliun dibandingkan dua putaran yang terus digembor-gemborkan juga menguntungkan SBY.

Selain alasan soal hemat biaya Rp 4 triliun, keharusan bagi SBY-Boediono untuk menang dalam satu putaran juga karena ada momentum yang dihindari: bulan Ramadan yang jatuh pada pertengahan Agustus dan bulan September yang diperkirakan pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM, akibat tingginya harga minyak dunia.

(yid/nrl)


Berita Terkait