ruang ulang bahkan bila perlu lahan tersebut dikembalikan pada rakyat.
Demikian seru capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam orasi kampanye di Lampung. Kampanye digelar di GOR Saburai, Selasa (16/6/2009).
"Saya ingatkan kepada yang punya lahan luas tapi tak digunakan, kembalikan ke rakyat. Tidak boleh petani sedang membutuhkan lahan, tapi yang punya lahan justru tidak menggunakan," ujar SBY.
Terkait program ketahanan pangan, maka dibutuhkan lahan tambahan untuk pertanian dalam jumlah besar. Maka sejak dua tahun silam dilakukan pemeriksaan di lapangan tentang ketersediaan lahan berikut status kepemilikannya yang ada di seluruh Indonesia.
"Hasilnya sudah ada. Ternyata 7,36 juta hektar lahan tergolong kurang dimanfaatkan dengan baik. Ke depan ini akan kita tata ulang," ujar SBY.
Tidak semua lahan menganggur itu kelak digunakan sebagai pertanian dan perkebunan. Sektor industri juga membutuhkan lahan sebagai lokasi pabrik pengolahan sumber daya alam yang bisameningkatkan daya saing produksi nasional dan membuka lapangan kerja baru.
Setelah lahan untuk usaha pertanian, perkebunan dan industri tersedia lalu dibutuhkan modal atau investasi. Baik yang berasal dari pelaku usaha dalam negeri maupun luar negeri.
"Itu bukan neoliberal. Bukan. Semua modal itu untuk kebutuhan rakyat Indonesia," sambung SBY.
(lh/anw)











































