Kampanye SBY Kalah dari JK, Fox Diminta Lebih Kreatif

Kampanye SBY Kalah dari JK, Fox Diminta Lebih Kreatif

- detikNews
Selasa, 16 Jun 2009 12:41 WIB
 Kampanye SBY Kalah dari JK, Fox Diminta Lebih Kreatif
Jakarta - Tim JK-Wiranto benar-benar memanfaatkan momentum kampanye untuk mengambil hati masyarakat. Iklan-iklan yang dibuat JK-Wiranto dinilai lebih bagus dibanding iklan dan kampanye SBY-Boediono yang dibuat Fox Indonesia. Fox diminta untuk meningkatkan kreativitasnya bila SBY-Boediono ingin menang satu putaran.

Hasil survei sejumlah lembaga survei memperlihatkan bahwa popularitas SBY-Boediono makin menurun, meski elektabilitas pasangan ini masih di atas 50%. Bila hasil survei ini tidak diimbangi dengan kreativitas iklan dan kampanye yang luar biasa, maka popularitas SBY-Boediono akan makin menurun, sehingga keinginan menang satu putaranΒ  hanya mimpi.

"Memang, hasil survei yang memperlihatkan SBY-Boediono menurun, kita seriusi. Salah satunya kita akan meminta Fox untuk lebih menciptakan iklan-iklan SBY-Boediono yang lebih kreatif. Paling tidak, bisa mempertahankan elektabilitas SBY-Boediono di atas 70 persen," kata salah seorang politisi dari parpol pendukung SBY-Boediono, kepada detikcom, Selasa (16/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iklan dan kampanye SBY-Boediono memang dibuat oleh Fox Indonesia. Lembaga milik Rizal Mallarangeng dan keluarganya ini dipercaya penuh menjadi pasukan utama SBY untuk branding dan pencitraan. Sebenarnya, menurut politisi itu, kreativitas Fox di awal-awal sudah bagus. "Namun, tidak diikuti dengan iklan-iklan akhir ini," kata dia.

Bahasa sederhananya, iklan yang dibuat Fox untuk SBY kalah jauh dengan iklan yang dibuat tim JK-Wiranto. SBY terkesan bertahan dengan retorika keberhasilannya selama memimpin seperti iklan 'Lanjutkan!' dan 'SBY Presidenku' yang mengambil genre Indomie. Sementara JK terus membuat terobosan-terobosan baru yang lucu, menarik dan unik.

Pengamat politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit, menilai kampanye JK lebih efektif ketimbang kampanye SBY. Pilpres yang semula diwacanakan hanya satu putaran, dengan iklan pencitraan SBY yang 'garing', menurut Arbi, akan susah terwujud.

"Kemungkinan satu putaran menjadi lebih kecil oleh karena kampanye SBY kalah sama kampanye JK," tutur Arbi.

Menurut Arbi peluang SBY terpilih kembali sebenarnya tidak kecil, jika saja SBY memperhatikan hal kecil saat berkampanye. Beberapa aktivitas kehidupan yang dominan di Indonesia sudah terlebih dahulu 'dimasuki' JK.

Arbi menilai, modal SBY cukup besar. Pertama, sebagai presiden incumbent dinilai berhasil oleh rakyat. Kedua, sebagai capres dari partai pemenang pemilu legislatif. Ketiga, partai yang mengusungnya banyak. Namun demikian fakta-fakta itu bisa saja berubah pada masa kampanye pilpres.

"Dari penampilan massa, menarik media massa, aktivitas di kalangan intelektual dan pedagang, kampanye JK lebih baik," jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Poempida Hidayatullah, mengaku pasangan JK- Wiranto akan terus menyapa masyarakat dengan iklan-iklannya yang menarik dan kreatif. Hal ini disadari sebagai kelebihan JK yang lebih mengedepankan sisi-sisi persaudaraan dan persahabatanya daripada SBY yang sangat formalistik dan protokoler.

"Kita akan terus membuat pencitraan Pak JK-Wiranto yang sesuai dengan hati masyarakat. Iklan kita tidak elitis dan jaim. Tetapi benar-benar mengambarkan keseharian kami," kata Poempida.

Poempida berharap dengan iklan yang menyentuh itu, dukungan terhadap pasangan nomor urut 3 ini akan terus mengalir sampai pilpre digelar tanggal 8 Juli mendatang. "Semoga saja dengan iklan yang baik, menyentuh dan mengena, dibarengi dengan kerja lapangan yang solid, JK-Wiranto mampu masuk ke putaran ke dua," harap dia.

(yid/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads