Dalam iklan di media cetak yang terbit hari ini, Selasa (16/6/2009), Lembaga Studi Demokrat (LSD) memasang iklan separuh halaman, berjudul 'mari melakukan ikhtiar pilpres satu putaran saja'.
Iklan yang didominasi warna biru tersebut mengajak mesyarakat untuk menyukseskan pilpres cukup sekali saja. Alasannya, di saat dunia sedang mengalami krisis, dengan melakukan pilpres cuma sekali maka pemerintah bisa menghemat begitu banyak dana.
Dalam iklan tersebut juga ditampilkan hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI), yang menyatakan bahwa pasangan SBY-Boediono berpotensi untuk menang satu putaran. Pasangan ini juga disebut telah didukung oleh koalisi partai yang menguasai mayoritas kursi DPR 2009-2014.
"Pemerintah akan kuat. Pertumbuhan ekonomi, dalam situasi sekarang, sangat membutuhkan pemerintahan yang kuat," demikian sebagian bunyi iklan yang memampang gambar SBY-Boediono itu.
Dalam iklan ini juga terpampang gambar Ketua Umum Gerakan Nasional Setuju Satu Putaran Saja, Denny JA, yang juga merupakan Direktur Lingkar Survei Indonesia.
Dalam kampanyenya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin 15 Juni kemarin, capres dari PDIP dan Gerindra, Megawati Soekarnoputri mengkritik capres yang optimistis bisa menang dalam satu putaran saja sebagai capres yang sombong. "Padahal calonnya kan ada tiga," kata Mega mencibur.
Sementara kubu JK-Wiranto menganggap, isu pilpres satu putaran saja dianggap membodohi rakyat.
(anw/nrl)











































