Para Capres Debatkan Grand Design Pendidikan Indonesia

Para Capres Debatkan Grand Design Pendidikan Indonesia

- detikNews
Senin, 15 Jun 2009 20:31 WIB
Para Capres Debatkan Grand Design Pendidikan Indonesia
Jakarta - Para calon presiden (capres) berdebat mengenai grand design sistem pendidikan di Indonesia. Debat yang difasilitasi oleh Majelis Rektor Indonesia dan disiarkan salah satu stasiun televisi Indonesia ini dilakukan melalui videoconference.

Saat debat berlangsung, Senin (15/6/2009) malam, Capres SBY tengah berada di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, sedangkan Capres Jusuf Kalla (JK) berada di kediamannya di Jl Ki Mangun Sarkoro, dan Capres Megawati di Pontianak, Kalimantan Barat.

SBY menekankan 5 tujuan yang harus dicapai dalam pembangunan pendidikan, yakni peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, aksesabilitas pendidikan bagi semua orang, peningkatan infrastruktur, perbaikan kualitas tenaga pengajar dan kesejahteraan mereka, dan terjadinya sinergi antara hasil pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja.

"Jangan sampai pendidikan menghasilkan sumber daya yang tidak klop dengan kebutuhan tenaga kerja," kata SBY.

Semua tujuan itu, kata SBY, akan diraih dengan anggaran APBN yang mencapai 20 persen, anggaran APBD, dan pembiayaan-pembiayaan dari pihak lain seperti dunia usaha. Selain itu sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan pedidikan juga diperlukan.

SBY juga menyinggung tentang keseimbangan antara pendidikan di wilayah barat dan timur Indonesia. Menurutnya, belum tentu pendidikan di wilayah barat selalu lebih baik ketimbang di wilayah timur.

"Barangkali kampung saya di Pacitan (Jawa Tengah) lebih kurang maju dibanding kampung Pak JK di Sulawesi," kata SBY setengah bercanda.

Candaan SBY ini rupanya ditanggapi JK. Ketika mendapat giliran bicara, JK tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menimpali SBY.

"Memang di daerah yang pendidikannya rendah banyak pemimpin yang baik-baik," kata JK seraya menampilkan senyum khasnya.

JK sendiri juga menekankan pentingnya aksesabilitas pendidikan bagi semua orang dan peningkatan kualitas pendidikan. Untuk mencapainya, JK berjanji jika terpilih sebagai presiden akan melakukan evaluasi dan membenahi peran pemerintah di bidang pendidikan sebagaimana diamanahkan dalam undang-undang.

JK juga menyinggung pentingnya percepatan sertifikasi guru dan perbaikan infrastruktur pendidikan, terutama di wilayah Indonesia timur. Menurutnya, karena infrastruktur di Indonesia timur relatif lebih buruk, maka anggaran yang dialokasikan ke sana pun seharusnya lebih besar supaya bisa seimbang. Keseimbangan antarseluruh wilayah Indonesia inilah yang dengan sungguh-sungguh ditekankan JK.

"Untuk itu perlu diadakan badan standar pendidikan agar kualitas pendidikan bisa dijaga di mana saja. Di Papua dan di Jakarta standarnya harus sama. Standar harus dipertahankan, jangan di luar Jawa lebih rendah," tekan JK yang sepanjang debat tidak pernah duduk ini.

Sementara itu capres Megawati menekankan pentingnya konsistensi pemerintah yang berganti-ganti terhadap sebuah grand design pendidikan nasional. Dia juga mengemukakan pentingnya kebudayaan dan jati diri bangsa dalam pendidikan.

Mega juga menyinggung lemahnya administrasi pendidikan nasional kita. Sebagai contoh, dia mempertanyakan tidak adanya data valid tentang berapa jumlah sarjana di seluruh Indonesia dan kemana saja mereka didistribusikan. Para sarjana kita juga kebingungan bagaimana menerapkan ilmu yang mereka peroleh.

"Mereka tidak tahu bagaimana implementasinya. Misalnya insinyur kerja di bank, ini sangat disayangkan," kata Mega. (sho/dro)



Berita Terkait