Pernyataan dukungan itu disampaikan perwakilan anggota Aspabeta di kantor tim Mega-Pro Jl Tentara Rakyat Mataram Yogyakarta, Senin (15/6/2009). Mereka datang dari berbagai paguyuban pengemudi becak yang tersebar di wilayah Yogyakarta, di antaranya paguyuban pengemudi becak Stasiun Tugu, Pasar Kembang, Malioboro, Lempuyangan, Galeria Urip Sumoharjo, Bunderan UGM, Alun Alun Utara, dan terminal.
Mereka langsung datang kantor tim Megapro yang juga kantor DPD PDIP DIY dengan membawa becak masing-masing. Di tempat itu, para tukang becak itu diterima Ketua tim sukses Supriyanto ST beserta anggotanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus terang kalau sudah bulan Juli kami selalu pusing, mumet karena memikirkan biaya untuk sekolah," ungkap Ketua Aspabeta Totok Yudianto dalam dialog santai tersebut.
Menurut Totok, setiap Juni sampai Juli, anak-anak mereka harus melunasi pembayaran uang sekolah yang belum terbayar, mencari sekolah atau membayar uang sekolah untuk tahun ajaran baru. "Ini yang selalu bikin mumet dan setiap tahun pasti kami alami," kata Totok diamini para pengemudi becak yang duduk lesehan di tempat itu.
Dia mengatakan menjadi sopir becak itu adalah orang yang terpilih. Sebab tidak semua orang mampu menjalani kerasnya roda kehidupan para pengemudi becak. Jumlah pengemudi setiap tahun juga semakin bertambah sejak tahun 2007. Saat ini lebih dari 3.500 orang menggantung hidupnya dari kendaraan roda tiga itu.
"Ini yang harus kami lakoni. Tidak semua orang kuat jadi sopir becak. Sebagian besar sudah berkeluarga. Dan kami tidak pernah mendoktrin anak-anak untuk jadi tukang becak seperti kami," kata Totok.
Menurut Totok, mereka ingin menyalurkan aspirasinya kepada pasangan nomor 1 itu dengan harapan ada perubahan yang berarti di negeri ini. Di antara tiga pasangan capre-cawapres itu hanya Mega Prabowo saja yang mampu mewakili suara rakyat kecil.
"Besar harapan kami, agar Bu Mega dan Pak Prabowo menang dalam pilpres nanti. Kami akan pilih nomor satu saja, bukan nomor yang lain," kata Totok lagsung disambut hidup Mega, hidup Prabowo berkali-kali.
Sementara itu Supriyanto dalam tanggapannya mengatakan negeri ini sungguh ironis. Setiap tahun setelah kepemimpinan Megawati, dana APBN terus meningkat, namun tidak ada perbaikan yang berarti bagi rakyat kecil.
"Kemana anggaran yang ratusan triliun itu digunakan. Kita tak banyak merasakan itu," kata Antok panggilan akrabnya.
Usai berdialog, para pengemudi becak itu mendapatkan kaos warna merah putih bergambar Megawati-Prabowo. Mereka langsung memakainya begitu keluar dari tempat pertemuan. Dengan bangga mereka memakai kaos gratis itu dan langsung pulang berkonvoi becak menuju tempat mangkal masing-masing.
(bgs/djo)











































