detikcom yang mengikuti sidak Bawaslu ke pabrik tinta dan percetakan PT Sigma Utama, Jl Landbouw, Jagorawi, Cibinong, Senin (15/6/2009), anggota Bawaslu yang juga Ketua Pokja Divisi Pengawasan Logistik Agustiani Tio dan 5 staf Bawaslu diterima Dirut PT Sigma Utama Mara Amikal dan Manajer Produksi Agus Waskito.
"Hari ini kita sedang tidak berproduksi. Itu karena konsultan kami, sedang tidak ada di tempat. Lagi di Jawa Timur. Yang menentukan jadwal produksi adalah konsultan. Besok kami berproduksi," ujar Dirut PT Sigma Mara Amikal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita menghasilkan 60 ribu botol sekali produksi. Dan hingga saat ini sudah 160 ribu. Sisanya 130 ribu menunggu konsultan untuk diproduksi," jelas Agus.
Anggaran yang mereka terima, imbuhnya habis untuk membeli bahan baku perak nitrat, bahan tinta yang membuat tinta menjadi tahan lama. Bahan kimia yang bisa membuat tangan hangus dalam bentuk mentah ini dibeli sebanyak 450 kg untuk menghasilkan tinta 300 ribu botol.
"Harganya Rp 2 juta per kilogram dan itu mengikuti harga internasional. Jadi kita menghabiskan Rp 1,8 m untuk beli bahannya," imbuhnya.
PT Sigma dipesan untuk mengirimkan tinta ke Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara (Sumut), Kepulauan Riau, sebagian Bengkulu, DKI Jakarta dan Banten. Tinta ini dikirimkan paling lambat sebelum batas waktu yang ditentukan KPU, 21 hari setelah tanda tangan kontrak KPU pada 10 Juni 2009.
"Setelah selesai produksi kami langsung kirim. Nanti akan dibawa langsung oleh PT Pos," jelasnya.
(nwk/iy)











































