"Sudah tercetak 115.507.723 atau sekitar 64 persen. Kita harapkan paling lambat tanggal 25 Juni sudah selesai semua dan sampai di kabupaten atau kota," kata Sekjen KPU Suripto Bambang Setiadi di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta pusat, Senin (15/6/09).
Menurut Bambang, pencetakan surat suara melibatkan 18 perusahaan percetakan. Sampai saat ini telah tercatat 7 perushaan sudah menyelesaikan pencetakan surat suara untuk pilpres mendatang.
"Yang sudah selesai PT Lancar Jaya, PT Mega Indah, PT Rizky, PT Dian, PT Harapan Baru, PT Indah Jaya. Hari ini PT Galiani juga selesai, tapi laporan belum masuk," paparnya.
Kepala Bidang Logistik KPU Boeradi mengungkapkan, jika dalam proses ini ada perusahaan yang tidak mampu memenuhi target cetak suara hingga 5 persen, KPU akan mempertimbangkan kontrak yang telah ditandatangani.
"Ada dong, denda, kalau tidak memenuhi target sesuai kesepakatan. Terlambat mencapai 5 persen (surat suara), kontraknya diputus," paparnya.
Sementara itu, jika dalam proses itu terdapat kerusakan pada kertas suara maka akan dibebankan pada perusahaan."Misalnya waktu sortir kehujanan atau kebanjiran itu kesalahan KPU, bebannya di KPU. Kalau rusak dibebankan ke perusahaan," pungkasnya.
(amd/yid)











































