"Sejak dua puluh lima tahun yang lampau Pak Budi sudah memikirkan ini. Tentu
saja, kita tahu ada yang sengaja untuk main istilah neolib. Let the bookΒ speak for it self. Jadi, kalau kita baca buku ini, kita akan tahu orang ini," kata Direktur Freedom Institute Rizal Mallarangeng.
Hal ini disampaikan Rizal saat pembukaan acara peluncuran buku karya Boediono yang berjudul Ekonomi Indonesia, Mau ke Mana ? oleh Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) dan Freedom Institute di Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Matraman, Jakarta Pusat (15/6/2009).
Buku yang juga merupakan kumpulan esai dari Boediono setebal 149
halaman ini mencoba mengais beberapa jawaban atas berbagai pertanyaan
seputar jalan reformasi yang kita tempuh sejak 1998 apakah sudah benar? atau mengapa pertumbuhan ekonomi kita tidak beranjak cepat pasca reformasi?
Sementara itu, Boedino dalam sambutannya menyerahkan sepenuhnya penilaian terhadap dirinya kepada masyarakat.
"Ini menjelaskan Boediono ini orangnya bagaimana. Ini juga sebagai
pencerahan kepada masyarakat bukan untuk mempromosikan saya. Kita serahkan
pada masyarakat, mudah-mudahan pilihan mereka yang dipilih secara rasional
dan jernih," kata Boediono yang mengenakan kemeja batik biru.
Dalam Acara ini, Boediono menyerahkan bukunya secara simbolis ke
perwakilan pers Rosihan Anwar, Politisi Senior Rahman Tolleng, Rektor UGM
Sudjarwadi, dan Ekonom Senior Sumarlin.
(fiq/aan)











































