"Tidak boleh ada tim siluman lagi. Sekarang seluruh kekuatan relawan harus naik ke permukaan, mendeklarasikan diri," kata Ketua Dewan Pembina Jaring Merah Putih, Mayjen (purn) Irvan Eddison kepada wartawan di sela-sela acara deklarasi di gedung Wanitatama, Jl Laksda Adisutjipto, Yogyakarta, Senin (15/6/2009).
Edison menegaskan, banyaknya kelompok pendukung SBY tidak mempengaruhi soliditas di lapangan. Para pendukung SBY, kata Edison, tetap kompak dalam berbagai hal. Kalau pun ada sedikit perbedaan, hal tersebut masih dalam tingkat yang wajar. Semua jaringan relawan baik parpol dan lintas parpol seperti Barindo, Jaringan Nusantara, Indonsia Satu, Indonesia Bisa, Genta selalu berkoordinasi di semua daerah.
"Kalau masih ada benturan di lapangan baik antar relawan, tim sukses maupun mitra koalisi, perbedaan itu adalah hal biasa dan masih bisa dikoordinasikan," katanya.
Eddison juga mengatakan, JMP bukanlah relawan yang baru saja dibentuk. Kelompok ini sudah ada sejak tahun 2004. Relawan JMP juga bukan berasal dari parpol dan ada di hampir semua wilayah Indonesia. "Saat ini mendeklarasikan diri karena relawan tidak boleh lagi jadi tim siluman," ungkap dia.
Menurut dia, JMP akan menjadi garda depan di daerah-daerah untuk memenangkan pilpres nanti. Target JMP adalah merekrut pendukung SBY mulai dari keluarga, tetangga, wilayah RT, RW hingga yang lebih luas lagi.
"Jaring-jaring ini akan akan bekerja di semua lini, baik rumah tangga, buruh, petani dan lain-lain. Yang kita utamakan adalah mendukung pada figur dan ketokohan SBY," katanya.
(bgs/djo)











































