"Kalo saya sekarang bicara lagi soal kemandirian bukan janji atau
wacana tapi sudah terbukti. Banyak orang bicara kemandirian cuma
sepotong-sepotong," ujar SBY dalam kampanye di GOR Flobamora, Kupang,
NTT, Minggu (14/6/2009).
Selanjutnya capres yang berpasangan dengan Boediono itu memaparkan
program kemandirian yang telah dilakukan dan terus ditingkatkan. Di
bidang ekonomi adalah pelunasan sisa utang pada IMF sebesar Rp 72
trilyun lebih cepat 4 tahun dan pembubaran CGI pada 2006. "Maka kebijakan ekonomi kita tidak lagi dikontrol-kontrol oleh banyak
negara," sambung SBY.
Menurut SBY, kemandirian bangsa dalam bidang pangan dapat ditemui dalam bentuk memperkuat aneka program kerja terkait pertanian dan ketahanan pangan sehingga Indonesia berhasil berswasembada beras. "Impor beras demi memenuhi kebutuhan dalam negeri pun bisa dihentikan," paparnya.
Di bidang hubungan internasional, lanjut SBY, RI telah mempertegas kedaulatan dan sikap tegas aktif. Salah satunya bersama Timor Leste menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat pasca jajak pendapat di Timor Timur tanpa campur tangan PBB.
Di bidang pertahanan keamanan, tutur SBY, pemerintah telah melakukan berbagai tindakan hingga AS mencabut embargo militer setelah lebih dari 10 tahun dikenakan kepada Indonesia. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan alutsista bagi TNI/Polri, SBY akan mewajibkan menggunakan
produksi dalam negeri.
"Kalau ada yang belum bisa dibuat di dalam negeri, boleh kita beli
dari luar negeri. Tapi tidak pakai syarat yang macam-macam dan harus
ada alih teknologi," tandas SBY disambut tepuk tangan ribuan orang
pendukungnya.
(lh/yid)











































