Hatta: SBY Yang Paling Bertanggung Jawab

Saling Klaim Perdamaian Aceh

Hatta: SBY Yang Paling Bertanggung Jawab

- detikNews
Minggu, 14 Jun 2009 15:48 WIB
 Hatta: SBY Yang Paling Bertanggung Jawab
Jakarta - Capres Partai Golongan Karya (Golkar) Jusuf Kalla (JK)  mengklaim dirinya yang paling paling punya andil dalam perdamaian di Aceh. Kubu capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun tidak mau kalah.

"Pemerintah ini kan teamwork yang baik. Ingat sistem presidensial kabinet kita hanya ada 1 kepala negara dan 1 kepala pemerintahan. Itulah yang paling bertanggung jawab," ujar Ketua Tim Kampanye Nasionala SBY-Boediono Hatta Rajasa di Denpasar, Bali, Minggu (14/6/2009).

Hatta menambahkan seluruh gerak keberhasilan pemerintah itu adalah kerja tim yang dikomandoi seorang presiden. Yang lain, imbuhnya, adalah pembantu presiden. "Wajar kalau pembantu presiden melaksanakan perintah presiden," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitupun perdamaian di Aceh. Perdamaian Helsinki itu merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui sebelumnya. Perjanjian Helsinki itu akhirnya berujung pada keluarnya UU Aceh. UU Aceh itu bisa masuk dan dibahas di DPR melalui amanat presiden melalui para menterinya.

"Jadi tidak betul kalau dikatakan presiden tidak setuju. Karena presidenlah yang menyetujui UU tersebut termasuk di dalamnya tentang partai lokal Aceh," jelas pria berambut putih itu.

Sabtu 13 Juni kemarin dalam kampanyenya di NAD, JK memaparkan kerjanya untuk perdamaian di Aceh.  Dikatakan dia, 'presiden' atau 'pemimpin' tidak menyetujui beberapa pasal di perjanjian Helsinki. 'Presiden' tidak menyetujui maupun tidak memberikan arahan. Setiap JK melaporkan kemajuan perjanjian Helsinki, dikatakan JK, presiden itu hanya manggut-manggut.

(nwk/iy)


Berita Terkait