Rombongan capres SBY tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 Wita, Minggu (14/6/2009). SBY dan Ibu Ani Yudhoyono langsung membalas salam warga yang menantinya sejak satu jam sebelumnya, setelah itu mereka bergerak ke dalam Pasar Naikoten.
Baru berjalan kurang lebih setengah jam, situasi mulai dianggap kurang kondusif. Tidak sedikit warga yang menempel ke mana pun SBY bergerak, sehingga membuat kepadatan sedangkan lorong-lorong pasar tergolong sempit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar ini CEO Fox Indonesia, Choel Mallarangeng, menyarankan rute lain yang lebih lebar. Tapi ternyata lokasi yang dituju telah dipadati warga yang berdesak-desakan penasaran ingin melihat SBY.
Melihat keadaan ini, rombongan memilih batal melanjutkan perjalanan. Menembus warga yang berkerumun sepadat itu, dikhawatirkan bisa merusak barang dagangan yang dijajar di sisi lorong.
Atas pertimbagan tersebut, SBY memutuskan tidak memaksakan untuk masuk lebih dalam ke pasar. Dia lalu mengambil arah berputar untuk kembali ke kendaraannya parkir sambil sesekali berbincang dan salaman dengan warga dan pedagang pasar.
Setiba di mobil, SBY dan Ny. Ani Yudhoyono berdiri di footsteps lalu berpamitan kepada warga.
"Mohon maaf, saya mau ke depan tapi tidak bisa. Takut merusak apa yang didagangkan. Salam buat semuanya. Semoga usahanya lancar semuanya. Terimakasih, terimakasih," seru SBY sambil melambai ke arah warga.
Apa yang menjadi kekhawatiran SBY terbukti juga. Seorang pedagang sayur jengkel melihat keranjang tauge daganganya jatuh terguling dan tumpah isinya akibat tersenggol kerumunan warga.
Di tengah situasi demikian mendadak muncul seorang pria 'memanaskan' situasi. Dia lalu menyebut si ibu penjual sayur mengalami kerugian dan menuntut pembayaran atas tauge yang berceceran itu.
"Jangan khawatir. Nanti itu Ibu Megawati yang bayar. Mega nanti yang bayar," seru dia sementara si pemilik dagangan hanya diam mendengarnya.
(lh/iy)











































