Wastomi Suheri, Ketua Yayasan Suporter Surabaya, menilai para suporter bosan dan jengkel dengan kondisi perkembangan sepak bola di tanah air. Banyak pertandingan yang tidak mendapatkan izin dari pihak keamanan sehingga para suporter tidak bisa menyaksikan tim kesayangannya bertanding.
"Kita lihat banyak kendala yang dihadapi di sepak bola. Izinnya menggelar pertandingan sulit, padahal kondisi dilapangan tidak sama," kata Wastomi usai acara pertemuan dengan Wiranto calon wakil presiden pasangan Jusuf Kallaย di Hotel Utami Juanda Sidoarjo, Sabtu (13/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menilai dari 3 pasangan capres ini yang peduli dengan perkembangan sepak bola hanya pasangan JK-Wiranto," tuturnya.
Ketika ditanya apakah suara suporter sepak bola dapat mendongkrak suara pasangan JK-Wiranto, Wastomi mengaku tidak bisa memastikannya. Namun suara suporter sepak bola dari Surabaya, Makasar, Kalimantan, Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat dan berbagai kota di Indoeseia lainnya sudah bulat mendukung JK-Wiranto dan tidak bisa dianggap remeh.
"Kita harap semua suporter sepak bola mendukung pasangan JK-Wiranto. Suara kita sudah bulat dan jelas mendukung Pak Jusuf dan Pak Wiranto. Bahkan nanti kita akan tindaklanjuti sampai di TPS untuk memilih nomor 3 itu.
Sementara itu, ketika disinggung bahwa suporter Bonek Surabaya biasanya identitik mendukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dalam Pilpres 2009 ini PDIP mengusung Megawati Sukarnoputri sebagai Capres dan Prabowo Subianto sebagai Cawapres. Nyatanya suara bonek malah dialihkan ke pasangan JK-Wiranto.
"Ini bukan melompat. Tapi kita melihat dari ketiga pasangan ini JK-Wiranto mempunyai kelebihan untuk memajukan sepak bola," tegasnya. (roi/irw)










































