Pengamat: Pilpres Kemungkinan Dua Putaran

Elektabilitas SBY Turun

Pengamat: Pilpres Kemungkinan Dua Putaran

- detikNews
Sabtu, 13 Jun 2009 20:37 WIB
Pengamat: Pilpres Kemungkinan Dua Putaran
Jakarta - Sejumlah lembaga dalam hasil survei menampilkan penurunan elektabilitas pasangan SBY-Boediono. Sebut saja LSI, LSN, Lingkar Survei Indonesia, Reform Insititute dan LP3ES. Bila elektabilitas ini terus menurun, kemungkinan pelaksanaan Pilpres 2009 bisa dua putaran.

"Trend kemungkinan menang SBY menurun dari sejumlah survei. Dari angka 70 persen sekarang dikisaran 63 persen. Artinya, sejak tanggal 1 Juni sampai 10 Juni ini ada 5 persen penurunannya," kata Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti kepada detikcom, Sabtu (13/6/2009).

Ray Rangkuti pun memprediksikan dalam tempo 20 hari ke depan atau mungkin pada bulan Juli mendatang, suara SBY berkisar di bawah 50 persen. "Ada banyak faktor penurunan ini. Pertama, lawan politiknya semakin gencar menarik massa. Kampanye mereka cukup menarik dan diminati," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, lanjut Ray, selama ini tidak ada sesuatu yang membuat nama baik SBY naik. Tapi kebalikannya, sejumlah kasus justru membuatnya kewalahan, seperti Ambalat, kecelakaan alutsista TNI, TKI yang disiksa dan para jubirnya yang blunder dalam mengeluarkan pernyataan.

Yang lebih penting lagi, Ray menambahkan, kampanye negatif (black campaign) yang diarahkan kepada pasangan SBY-Boediono pun sangat efektif. Di antaranya isu pasangan Pilkada, neo-liberalisme (neolib), non-muslim (jilbab), lamban dan sering tebar pesona.

"Tidak ada gagasan menarik dalam kampanye SBY, kecuali mengulang-ngulang yang basa-basi. SBY lebih sibuk untuk menjelaskan isu daripada menjelaskan apa yang mau dilakukan lima tahun ke depan. Lihat saja iklan kampanyenya, sama sekali tidak mengundang visi, seperti iklan Presiden Indomie dan antikorupsi yang berulang-ulang diputar di Pileg kemarin. Jadi, besar kemungkinan Pilpres juga akan berlangsung dua putaran," tuturnya.

(zal/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads