"Presiden kita bagus, tidak pernah ditolak. Tetapi, tidak pernah kasih arahan," ujar JK yang disambut tepuk tangan peserta kampanye.
Hal ini disampaikan JK saat di Anjong Monmata, Jalan SA Mahmud Syah, Banda Aceh, Sabtu (13/6/2009).
JK mengatakan, tidak ada yang mau tanda tangan perdamaian di Aceh.
"Saya minta tanda tangan, tetapi tidak dikasih tanda tangan. Jadi, saya tanda tangan sendiri," ujar JK.
Dikatakan dia, presiden seharusnya kerjanya manggut-manggut saja.
"Saya selalu memberi ide dan inisiatif. Sedangkan SBY tidak pernah menolak dan selalu manggut-manggut," kata JK.
JK juga menceritakan saat dramatis perdamaian Aceh ketika dirinyaΒ meminta Martti Ahtisaari menjadi mediator. Martti saat itu langsung meminta SK tertulis.
"Dia minta tertulis, jadi saya langsung SMS. Kok cuma SMS, kata Martii. Saya bilang itu tertulis," cerita JK.
JK kemudian mengirim fax untuk Martti. "Bahkan SK untuk Martti pun saya yang tanda tangan. Tidak ada yang berani tanda tangan," cetus Ketua Umum Partai Golkar ini.
(aan/djo)











































