Hal ini disampaikan JK di Anjong Monmata, Jalan SA Mahmud Syah, Banda Aceh, Sabtu (13/6/2009).
Meskipun demikian, menurut JK, Nobel tidak dapat diraih karena sulit.
Pernyataan JK ini sepertinya menyentil sikap SBY. Pada tahun 2007, SBY memang diusulkan untuk mendapat Nobel Perdamaian terkait dengan perdamaian Aceh di Helsinki, Finlandia.
"Saya mendamaikan Aceh, saya sendiri yang tanda tangan di perdamaian karena semuanya takut tanda tangan. Dan hadiah yang paling tertinggi dari Allah, bukan dari Nobel," ujarnya.
JK menjelaskan yang mencabut DOM di Aceh adalah Wiranto. Namun yang memberlakukan darurat sipil baru, bukan dirinya dan Wiranto.
"Tetapi, teman saya," ujarnya.
(aan/ita)











































