Baru 1 Komisaris BUMN Mundur Gara-gara Kampanye Pilpres

Baru 1 Komisaris BUMN Mundur Gara-gara Kampanye Pilpres

- detikNews
Jumat, 12 Jun 2009 14:20 WIB
Baru 1 Komisaris BUMN Mundur Gara-gara Kampanye Pilpres
Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaku sampai saat ini baru satu komisaris BUMN yang mengundurkan diri dari jabatannya karena ikut dalam salah satu tim sukses pilpres 2009.
 
Padahal, sudah ditemukan beberapa komisaris BUMN yang mendukung bahkan ambil bagian dalam tim sukses pilpres 2009.
 
Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, yang baru saja mengundurkan diri dari jabatannya adalah Komisaris PT Kereta Api Commuter Farid Hariyanto, karena masuk dalam tim kampanye SBY- Boediono.
 
"Tapi yang lain enggak ada, karena komisaris lain mengatakan mereka tidak ikut kampanye," ujarnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/6/2009).
 
Saat ini pihaknya menyerahkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengenai perbedaan antara berkampanye dan masuk ke dalam tim sukses.
 
Seperti kasus yang terjadi pada Komisaris Utama Pertamina Sutanto, menurut Sofyan, Sutanto hanya ambil bagian dalam tim sukses tanpa ikut berkampanye. Namun mengenai keputusan apakah Komut BUMN minyak tersebut melanggar undang-undang (UU), pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Bawaslu.
 
"Karena yang dilarang dalam itu adalah berkampanye, kalau tim sukses apakah termasuk kampanye atau tidak itu kita serahkan kepada Bawaslu, karena Bawaslu yang melaksanakan UU pemilu," ucapnya.
 
Ia mengatakan, pihak Bawaslu sudah mengirimkan surat terkait dengan daftar nama pejabat BUMN yang ikut dalam kampanye pilpres 2009 kepada Kementerian Negara BUMN untuk ditelaah lebih lanjut.
 
"Kalau Bawaslu bilang itu termasuk kampanye, kena lah mereka itu. Ancaman hukumannya pidana, tapi bukan kantor ini yang memutuskan," imbuhnya.
(ang/dnl)


Berita Terkait