Darah itu itu mengalir dari ibundanya Hj Athirah Kalla yang merupakan seorang tokoh Aisyiyah di Sulsel. Hj Athirah Kalla juga mewakafkan tanah dan bangunannya untuk organisasi Aisyiyah.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr HM Din Syamsuddin saat memberikan pidato sambutan pada pembukaan Sidang Tanwir II Aisyiyah di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Tamantirto, Kasihan, Bantul, Jumat (12/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu saja lanjut Din, dia juga selalu didampingi oleh seorang putri Muhammadiyah Ny Mufidah yang juga anak seorang tokoh Muhammadiyah di Sulsel. Ibunya juga mempunyai peranan penting bagi kemajuan Aisyiyah di Sulawesi Selatan sehingga mewakafkan tanahnya untuk digunakan oleh Aisyiyah.
"Jadi kami yakin darah yang mengalir adalah darah MUhammadiyah," kata Din langsung disambut tepuk tangan peserta.Β
Sementara itu Ketua Umum PP Aisyiyah, Prof Dr Siti Chamamah Soeratno dalam pembukaan mengatakan berbagai program Aisyiyah telah menjadi gerakan nasioal yaitu penanggulangan HIV/Aids, Narkoba, TBC dan gizi buruk.
Warga Aisyiyah juga berharap bila JK menjadi presiden, mengusulkan dan meminta kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran, fungsi dan potensi perempuan menjadi program nasional yang efektif sehingga dapat segera dipersepsi positif bangsa Indonesia.
Bersamaan sidang tanwir juga dibagikan buku keil setebal 94 halaman berjudul "Hj Athirah Kalla, Melangkah Dengan Payung." Buku karangan Basti dan kawan-kawan dengan penerbit Ombak Yogyakarta itu berisi tentang biorgrafi ibunda JK terutama berkaitan dengan kegiatan dan peranannya di Aisyiyah Sulawesi Selatan.
(bgs/ken)











































